APAKAH ANDA TAHU BAGAIMANA SAAT INI ANDA MENYUSUN PRIORITAS?


Merencanakan sesuatu dan mengadakan pilihan sering merupakan suatu acara kerja yang keras. Keduanya melibatkan cara pemikiran yang teliti dan keahlian mengambil keputusan. Mereka juga memak sa anda untuk mengenali kriteria apa yang anda gu nakan dalam menentukan prioritas. Istri dari seorang pembuat film yang sangat berbakat pada aca ra konsultasi kami, mengatakan bahwa dia sudah membuang waktunya dengan percuma. Terbukti ke mudian bahwa kriteria yang digunakan untuk menen tukan susunan prioritas penggunaan waktu, berputar putar pada masalah kebutuhan keluarga sementara apa yang sebenarnya dikehendaki adalah untuk me nyusun prioritas waktunya dalam ketentuan yang mengutamakan kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Wa nita ini akhirnya menyadari setelah ia memperhati kan kebutuhan-kebutuhan waktu untuk keluarganya. Kriteria yang berlainan dapat menghasilkan su sunan prioritas yang berlainan, juga akan menyebab kan terjadinya konflik kepentingan. Tetapi kalau anda menyadari seperti yang telah ter jadi pada istri si pembuat film setelah selesai mengadakan konsultasi, anda akan merasa lebih siap untuk berhadapan dengan pertentangan yang ada. Sebagai contoh, seorang guru bisa menjadi ma hasiswa mengikuti kuliah untuk mencapai gelar yang lebih tinggi pada malam hari. Guru ini sangat memperhatikan para siswanya, tapi juga ber keinginan untuk meningkatkan status profesinya. Bila dia pulang ke rumah dari kuliah, apakah seba iknya dia meneliti pekerjaan rumah siswanya atau memaksakan diriuntukmenyusun makalah bagi diri nya sendiri? Kalau kriteria yang digunakan lebih tertujukan pada kebutuhan para siswanya, maka dia harus meneliti pekerjaan rumah mereka. Tetapi kalau kriteria nya adalah untuk mendukung kemajuannya sendiri, maka acara penggunaan waktunya yang lebih baik adalah mengerjakan makalah yang dipersiapkan. _Ia di pilihannya tergantung pada skala prioritas yang ditemukannya sendiri; apa pun yang diputuskan ada nya suatu perencanaan yang baik akan memberi kesempatan padanya untuk problemnya, yakni bahwa dia harus menyelesaikan pertentangan yang terjad antara kebutuhannya sendiri dengan kebutuhan para siswanya.

Banyak terjadi orang agaknya punya kesulitan untuk merencanakan sesuatu, karena mereka hanya menganggap rencana itu sebagai satu buah hasil yang sama-sama dari pemikiran yang acapkali di terjemahkan menjadi pelamunan atau mimpi siang hari belaka! Orang-orang seperti ini membutuhkan satu jalan agar dapat membuat masalah perencana an tadi menjadi suatu tugas kerja yang nyata. Dari hasil pengalaman saya dengan ribuan orang, saya berhasil mengambil kesimpulan alangkah lebih baik un tuk menganggap perencanaan sebagai tugas penulis an dan bukan sebagai tugas pemikiran. _

Bab-bab selanjutnya berisikan sejumlah -latih an, dan saya akan meminta anda menuliskan jawab an-jawaban yang dipersyaratkan untuk sejumlah per soalan. Dengan menuliskan jawaban-jawaban tadi akan mengurangi gejala kecenderungan kearah mim pi siang hari dan juga akan membantu anda untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih baik. Sa ya menyebut waktu yang anda gunakan untuk meng adakan perencanaan sebagai waktu untuk mengam bil keputusan, karena memang demikianlah sebenar nya masalah perencanaan, yakni membuat keputus an-keputusan seperti, mengenai apa,bagaimana dan bilamana, diperlukan juga cara melakukan sesuatu.

Di dalam semua masalah perencanaan yang berjangka panjang, jangka sedang maupun jangka pendek, anda (1) membuat satu daftar dan (2) me nentukan prioritas. Semua hal yang terdapat pada daftar tidak bernilai sama. Setelah anda membuat daftarnya, tentukan skala prioritasnya berdasarkan apa yang terasa penting bagi anda pada saat ini. Menurut hemat saya tidak ada satu daftar pun yang sempurna sampai daftar itu menunjukkan ke tentuan-ketentuan skala prioritas. Jadi kapan pun anda membuat sebuah daftar, selesaikan daftar itu dengan menentukan skala prioritasnya.

Tidak ada komentar: