BAGAIMANA CARA MENDAFTARKAN KEGIATAN-KEGIATAN YANG MENUJU TUJUAN-TUJUAN BERPRIORITAS A



Kalau anda menghendaki untuk mencapai tuju an-tujuan seperti misalnya: kebahagiaan, keberhasil an atau kemandirian finansial, jumlah yang tak ter hingga dengan langkah-langkah variasi tentunya da pat ditempuh. Andaikan anda hanya ingin bersenang senang malam ini, saya berani bertaruh bahwa anda akan dapat mendaftar 25 atau 50 macam cara yang dapat anda lakukan tanpa mengikutsertakan sesuatu yang menguntungkan diri anda sendiri ataupun yang tidak halal. Hal ini sama benarnya bagi tujuan apapun, betapa pentingnya atau remehnya tujuan itu. .

Untuk menentukan kegiatan-kegiatan yang te pat demi mencapai tujuan-tujuan skala A mana,an da harus:

1) mendaftarkan semua kemungkinan kegiatan untuk tiap tujuan skala A,dan

2) menentukan susunan prioritas untuk memberi kesempatan pada diri anda sendiri,supaya dapat memilih kegiatan paling efektip yang harus dila kukan sekarang.

Dalam Upaya mendaftarkan semua kegiatan tadi, bertindaklah dengan cita-cita setinggi mungkin. Tulislah dengan cepat sebanyak mungkin ide yang dapat anda pikirkamkarena hal ini merupakan satu cara yang baik 'untuk memeras daya kreatvitas an da. Usahakan supaya jumlah ide maupun kecepatan, sehingga anda dapat menuliskannya, dapat memberi kesempatan pada naluri anda untuk ikut beroperasi. Persepsi-persepsi anda akan tiba, secara langsung tanpa disaring oleh proses-proses penalarannya. Ju ga, tekanan untuk harus mendaftarkan segala ma cam kegiatan tadi akan meningkatkan kesempatan demi terbukanya pandangan-pandangan yang baru. Laju kecepatan yang anda gunakan juga akan mem heri kesempatan untuk melewati segala macam hambatan, karena anda sedikit pun tidak memberi kesempatan pada mereka untuk beroperasi. Bagian yang terpenting dari acara latihan pendaftaran kegi atan ini, adalah untuk tetap membuat anda terus menulis. Anda akan memboroskan waktu apabila pe na atau pensil anda tidak bergerak di atas kertas.

Jangan berusaha apa pun untuk mengevaluasi atau menyensor ide-ide anda pada saat itu. Daftar ini semata-mata untuk keuntungan pribadi anda sen diri. Kita akan mencabut keluar kegiatan-kegiatan yang kurang menonjol nanti kalau kita mulai mene liti pilihan-pilihan.

Lagipula, jangan membelenggu diri anda sendi ri dengan pikiran bahwa mungkin anda tidak dapat melakukan sesuatu kegiatan yang tertentu. Bisa ja di nantinya setelah diadakan analisa, anda akan da pat melakukan suatu kegiatan yang pada mulanya dianggap sulit atau bahkan tidak mungkin. Cukup kalau anda jangan mengadakan penilaian pada saat ini.

Janganlah anda dihantui oleh rasa takut, bahwa setelah mendaftar suatu kegiatan anda juga nan tinya harus melakukannya. Tak ada seorang pun yang akan memaksa anda untuk berbuat demikian. Kalau anda menentukan sususan prioritas mungkin anda akan memutuskan bahwa persyaratan waktu maupun usaha mengindikasikan bahwa kegiatan ini tidak sesuai dengan korban waktu dan upaya yang harus dikerahkan. Tapi bahkan impian-impian yang tidak mungkin dapat terjadi dan punya kegunaan di hari depan.

Kalau anda sudah kehabisan ide yang bisa di daftar, anda dapat mencoba mengulangi lagi suatu pemasukan yang telah anda lakukan sebelumnya. Co balah mengadakan variasi pada tema dan reaksi-re aksi terhadap pemasukan-pemasukan yang telah dila kukan mungkin akan jadi perluasan, penambahan, implikasi, reaksi atau detail-detail yang lebih luas atau sempit dan fokus yang lebih besar atau lebih kecil. Yang terpenting adalah tetap menulis.

Andaikan tujuan anda adalah menjadi seorang pendaki gunung yang ahli. Daftar semua gunung-gu nung yang mungkin akan anda daki agar dapat men capai tujuan, dengan mengikutsertakan juga impian impian yang agaknya tak mungkin terjadi untuk sa at itu, misalnya, gunung Matterhorn dan Mount Eve rest. Barangkali anda hanya tertarik untuk menak lukkan puncak-puncak gunung di Amerika Utara atau di Eropa atau di Asia?

Dengan menguraikan kegiatan-kegiatan tadi secara lebih terperinci ke dalam kategori, sub kategori, dan sub-sub kategori dapat juga menolong anda Sekali lagi yang penting adalah menulis.

Sementara saya telah mendorong anda untuk mendaftar sebanyak mungkin jumlah yang dapat an da tuliskan tanpa disensor atau terganggu oleh res ponsi-responsi yang anda tulis di atas kertas, perlu saya ingatkan jangan mengacaukan dengan kegiatan. Ingatlah bahwa suatu kegiatan adalah sesuatu yang dapat dilakukan, misal tujuan anda adalah menjalani hidup yang lebih sehat. Kegiatan-kegiatan spesifik yang dapat menyumbangkan jasa-jasanya pada tujuan ini kemungkinan ialah tidak makan makanan kecil malam ini, melakukan latihan gerak badan 3 kali seminggu dan menghentikan merokok/ selama 24 jam.

Sekarang anda sudah siap untuk membuat daf tar anda. Ambillah 3 lembar kertas yang masih baru dan tulislah satu dari tujuan kelompok skala A yang telah diseleksi sebelumnya pada ujung atau ti

plembarnya. Kita akan menguraikan tujuan-tujuan ke dalam kegiatan-kegiatan yang segera dilakukan.

Dengan tetap mengingat petunjuk yang telah diberi kan di atas, gunakanlah waktu 3 menit untuk mem buat sebuah daftar kegiatan yang mungkin dapat di lakukan, yang menurut perkiraan akan dapat me nyumbangkan jasanya terhadap tujuan skala A yang pertama. Buatlah daftar yang panjang. Selanjutnya gunakanlah 3 menit untuk tiap tujuan-tujuan A yang ke dua dan ke tiga,untuk mendaftar kemung kinan kegiatannya. Telitilah kembali 3 daftar kegi atan itu dengan menggunakan waktu minimal 3 me nit untuk tiap daftarnya serta menambah, mengu rangi, mengentalkan, memerinci dan bahkan juga menciptakan kegiatan-kegiatan yang lebih lanjut. Daftarlah sebanyak mungkin kegiatan yang dapat anda lakukan.

Marilah kita mengambil contoh kasus menge nai seorang siswa SMA yang ingin menjadi seorang pemain baseball profesional. Ini bagi dia adalah tu juan skala A. Tapi dia juga ingin melanjutkan pen didikan ke Akademi atau ke Universitas, jadi sebu ah tujuan skala A yang lain.

Dan dia juga masih mempunyai tujuan skala A ke tiga yang lebih mendesak yaitu dia ingin menjadi pelempar bola yang pertama pada regu baseball se kolahny a. Di sini tujuan skala A ke tigalah yang paling mendesak. Untuk mencapai tujuan ini dia akan berusaha tetap berada dalam kondisi jasmani yang baik sepanjang musim dingin. Dengan berlari satu mil setiap hari dan berlatih senam di dalam ruang olah raga 3 kali seminggu.sehingga dia akan siap apabila musim semi tiba. Untuk menjamin bah wa dia akan diterima pada akademi yang dipilih nya, katakanlah USC, yang sejak dulu memiliki re gu-regu baseball tenar, maka dia harus juga tetap mengikuti pelajaran.

Dengan demikian maka mempersiapkan diri untuk mengambil ujian matematika di dalam minggu ini juga menjadi satu kegiatan skala prioritas A. Dan tentunya dengan menunjukkan segala kebiasaannya di dalam satu pertandingan kejuaraan juga merupa kan satu kegiatan dengan skala prioritas A untuk menjangkau tujuan prioritas A nya, yakni menjadi seorang pemain baseball profesional.

Satu contoh klasik ialah mengenai seorang wa nita yang ingin kembali bekerja. Tiga orang anak nya pada saat itu sudah bersekolah dan dia punya sejumlah waktu luang. Sebelum menikah dia bekerja sebagai seorang perawat kira-kira 12 tahun yang Ia lu. Untuk mencapai tujuan skala A-1 nya, yakni kembali kerja dia punya sejumlah kegiatan skala A yang dapat dilakukan misal: mengambil kursus-kur sus penyegaran untuk mengejar apa yang selama ini telah terjadi, berbincang-bincang dengan pera wat lain mengenai perkembangan terakhir di dalam pekerjaan mereka. Menjamin bahwa dia berhasil me menuhi semua persyaratan-persyaratan yang harus ada pada saat itu, melihat lowongan-lowongan apa yang tersedia dan bagaimana penyesuaian-penyesuai an lowongan itu dalam rencana pribadinya.

Satu contoh lain yang baik adalah mengenai seorang yang baru saja lulus dari universitas. Tuju an jangka panjangnya mengikutsertakan hidup yang berbahagia dan menghasilkan pendapatan yang cukup. Tapi masih ada juga tujuan jangka pendek, yakni untuk menemukan satu jenjang karier yang te pat. Ini membawa dia ke arah usaha mencari peker jaan. Kegiatan-kegiatan skala A nya untuk saat ini mengikutsertakan pengambilan keputusan mengenai lapangan pekerjaan. apa yang harus ditelitinya, ber bincang-bincang dengan orang yang bekerja di da lam berbagai macam lapangan yang menarik selera nya, menyiapkan satu risalah, menulis surat-surat, membuat pilihan, dan akhirnya menuju pada wawancara.

Ada seorang klien yang menurut hemat saya telah memboroskan banyak sekali waktunya. Dia berkata, "saya sangat tidak bahagia di dalam peker jaan saya. Saya seorang pencari langganan asuransi, tapi saya. sendiri merasa bahwa saya lebih tepat berada dalam hubungan masyarakat. _Saya sibuk mencari pekerjaan setiap waktu luang yang saya pu nyai, atau menelpon pada teman-teman dan membe ritahukah apa yang sedang saya cari."

Kemudian terbukti bahwa dia telah berbicara dengan 5 orang pada bulan lalu, dan orang-orang itu pula yang dihubungi sebulan sebelumnya. Singkatnya, dia tidak menuju ke mana pun: Untuk mendapatkan sebuah pekerjaan baru di dalam satu lapangan pekerjaan yang banyak persaingannya se perti bagian hubungan masyarakat dia selayaknya harus mengadakan kontak dengan 50 orang sebulan nya secara minimal. Dan seharusnya dia terus me nerus mencoba menghubungi orang-orang yang baru, karena dari orang-orang lama dihubunginya itu terbukti tidak memberi hasil apa pun. Dan justru hal yang dikatakan olehnya sebagai kegiatan skala prioritasnya.

Tidak ada komentar: