BELAJAR DARI PARA AHLI


Pertimbangkan perbedaan antara seorang amatir dengan seorang ahli memotret. Orang yang ha nya kadang-kadang menggunakan kamera untuk me rekam suatu pesta ulang tahun, suatu pemandangan yang bagus, atau suatu cara piknik keluarga akan menjepret beberapa foto dari momen-momen yang akan menjadi kenang-kenangan. Kemudian dengan harap-harap cemas menunggu hasilnya, dan sering kali merasa kecewa akan hasilnya. Dari selusin foto atau lebih, sebagian akan menghasilkan foto yang buram, satu diantaranya mungkin hanya rnenje pret sebagian dari kepala seseorang, sebuah lainnya lagi akan menjepret kerut wajah daripada senyum an. Akhirnya akan mengambil kesimpulan bahwa dia bukan seorang pemotret yang baik.

Seorang pemotret yang ahli akan melangkah secara berbeda. Dia akan mengambil foto sampai beberapa rol film. Setelah itu dikembangkan, dia akan meneliti hasilnya, mungkin menemukan lebih banyak foto yang jelek dibanding yang diambil oleh si amatir. Tetapi karena dia telah mengambil be gitu banyak jepretan, dia juga mendapatkan sejum lah yang memuaskan hatinya.

Kemudian masuk ke ruang gelap dan memper

timbangkan yang bisa dilakukan untuk memperbaiki hasil-hasil jepretannya yang baik. Mencobanya de ngan macam-macam cara dan akhirnya akan memi lih sejumlah hasil cetakan yang paling baik dan se telah memberikan lebih banyak upaya perbaikanperbaikan, akan memilih satu diantaranya yang mungkin dapat memenangkan hadiah. Perbedaan-perbedaan seperti ini juga terjadi pada para perencana yang serius dan hanya melaku kan perencanaan sesekali saja. Seorang perencana waktu yang hanya sesekali mela kukannya akan mendapatkan satu gambaran yang kabur mengenai tujuannya, bahkan bisa jadi mele bar jauh dari sasarannya. Dia merasa puas dengan hasil-hasilnya; dan agaknya tidak sesuai dengan upaya yang telah dikerahkan. Akhirnya dia mengambil kesimpulan sesuai dengan kenyataan bahwa dia bu kanlah perencana waktu yang baik dan akhirnya me nyerah.

Sebaliknya, seorang perencana waktu yang se rius akan mengambil banyak gambaran dari rencana nya. Apa yang dimulai dengan suatu rimba konflik . yang suram dan semrawut perumusannya secara ber tahap akan menjadi jelas. Suatu pengambilan gam bar yang sesungguhnya tidak mewakili suatu tujuan yang dikehendaki akan dicabut keluar. Aspek-aSpek rencana yang lebih penting lebih diperhalus dan di perinci sehingga maknanya akan dapat lebih diper kukuh.

Sementara, waktunya melaju terus dia meng adakan pengecekan bagaimana kondisinya dalam mengikuti rencana tadi. Dia mencari apakah ada masalah-masalah, anggapan yang keliru, kemacetan ' atau kesulitan-kesulitan, lalu membuat koreksi yang diperlukan. Seperti juga contoh ahli foto tadi, dia mengadakan penyesuaian-penyesuaian ulang dan menjadi makin baik pada tindakantindakan yang di lakukan selanjutnya.

Seorang yang saya kenal, telah berha sil mengontrol waktu kerjanya dan sekarang dapat melewatkan lebih banyak waktunya untuk keluarga dengan berada di kapal pesiarnya. Dengan lebih teliti merencanakan penggunaan waktunya, dia merasa lebih mudah untuk mengerjakan proyek-proyek baru serta mengadaptasikan waktu kerja rutin seha ri-harinya untuk bisa sesuai dengan rencana-renca na jangka panjangnya. Dia adalah seorang perenca na waktu yang baik, bukan karena sejak awal dia dapat melakukannya, tetapi karena dia menyedia kan waktu dan upaya untuk memperbaiki rencana nya.

Tidak ada komentar: