MELAKUKAN APA YANG INGIN ANDA LAKUKAN


Dalam membahas masa depan putera dengan teman-temannya, Nyonya Reed sangat tegas sekali mengenai cara terbaik untuk menggunakan waktu. Setelah Jack lulus SMA, direncanakan untuk masuk di perguruan tinggi bekas Universitas orang-tuanya. jack punya gagasan yang lain. Dia sudah jemu seko lah, punya keragu-raguan mengenai manfaat pendi dikan formal, dan merasa bahwa penggunaan waktu nya yang terbaik ialah untuk melakukan perjalanan selama satu atau dua tahun.

Bagaimana penggunaan waktu Jack yang terba ik? Jawabannya tidak jelas, meskipun tentunya Nyo nya Reed dan Jack sendiri punya keyakinan yang kuat mengenai masalahnya.

Siapa yang membuat keputusan? Jack. Nyonya Reed bisa menuntut punya hak untuk memutuskan, tapi kalau jack memang betul akan melanjutkan ke Universitas walaupun hanya sekedar untuk menye nangkan hati ibunya, yang memutuskan tetap Jack.

Situasi-situasi pada saat anda merasa orang lain membuat keputusan bagi anda bukannya lang ka. Orangtua, anak, suami atau isteri, boss, te man, tampaknya punya pendapat yang sama banyak nya mengenai bagaimana anda memanfaatkan wak tu seperti anda sendiri, dan ada kalanya bahkan le bih.

Perasaan itu mungkin dapat dimengerti, tapi kenyataannya adalah sebaliknya. Pada akhirnya orang lain hanya dapat merekomendasikan apa yang sebaiknya anda lakukan, anda dan anda sendiri yang harus mengambil keputusan terakhir. Anda bisa menerima atau menolak rekomendasi. Tentu sa ja, beberapa keputusan melibatkan akibat-akibat yang menyakitkan. Pimpinan menginginkan anda un tuk bekerja pada satu proyek tertentu,tapi anda pu nya gagasan sendiri mengenai apa yang harus anda lakukan dengan waktu anda. Kalau anda terus me nekan posisi maka anda akan menemukan diri anda sendiri tanpa pekerjaan. Tapi dalam banyak situasi unsur kebebasan memilih sesungguhnya besar.

Memang benar bahwa ada kalanya anda mera sa hanya punya sedikit kebebasan memilih. Adalah bodoh untuk menyangkal bahwa segi umur, pendidi kan, latar belakang, status ekonomi, seks dan ras mendesakkan batas-batas nyata pada kita. Maka marilah kita akui sejak awal bahwa dalam situasi setiap orang ada unsur yang tak dapat dikontrol. Akan menghemat banyak waktu, kalau kita membu at penilaian yang realistis tentang halhal itu, dan kemudian menerimanya seperti apa adanya.

Dengan bermain yang berharapharap saja, misal nya andaikata saya lebih muda atau lebih kaya ... atau lebih miskin atau lebih cerdas atau lebih berhasil, bukan cara penggunaan yang baik da ri waktu anda, meskipun anda dapat menentukan bahwa dengan melakukan sesuatu mengenai hal-hal ini adalah suatu penggunaan waktu anda yang terba ik.

Ada pembatasan dan tekanan atas setiap orang yang membuat pilihan bebas menjadi tidak mungkin pada setiap situasi. Tapi anda bebas memi lih sebagian besar dari waktu anda. Barangkali an da menipu diri sendiri kalau anda yakin bahwa fak tor-faktor luar mengontrol hidup anda. Mungkin,“ da tidak melakukan pekerjaan yang sangat baik pa da daerah-daerah itu yang sebenarnya anda punya hak kontrol.

Tidak ada komentar: