Menyimpang, Tenggelam“ Atau Mengambil Keputusan


Mengalihkan pandangan dari koran pagi yang dibacanya, Nyonya Kay mencium bau asap dan me lihat korden dapur yang berdekatan dengan kompor terbakar. Apakah peng unaan waktu yang 'terbaik baginya adalah untuk (1) memoles mentega pada roti bakarnya dan menyelesaikan membaca koran atau (2) melakukan sesuatu mengenai api yang dengan cepat merambat kemana-mana? Apakah Nyo nya Kay berlari menuju kearah korden dengan mem bawa seember air, atau menelpon pemadam keba karan, atau lari ke ujung peti tanda kebakaran, tak akan seorang pun bersikeras bahwa penggunaan waktunya yang lebih baik adalah untuk memoles mentega pada roti keringnya.

Kebanyakan pilihan tentunya tidak akan sede mikian mudahnya. Setelah 14 tahun bekerja dalam industri mobil, Tuan Williams sedang mempertim_ bangkan untuk merubah karier. Sampai saat ini ke majuannya baik, tapi tidak sebaik yang dia harap kan. Dia menganggap pekerjaannya sebagai mana ger produksi untuk sebuah perusahaan perekayasaan di Kalamazoo hanya sedang-sedang saja. Dia sudah bosan dengan Kalamazoo dan berpikir bahwa kehidupan di Chicago akan lebih menyenangkan.

Tuan Williams tergoda untuk membuat suatu perubahan. Tapi yang mana? Haruskah dia menggu nakan pengalaman dalam managemen produksi un tuk berubah dalam industri lainnya? Haruskah dia mencari pekerjaan yang berkaitan dengan produksi di Chicago atau kota besar lainnya? Apakah dia se baiknya pindah dulu, baru mencari pekerjaan? Bagaimana dia akan mencari pekerjaan? Atau seba iknya dia melupakan semuanya mengenai produksi dan belajar untuk menjadi seorang salesmen real-es tate? Dengan begitu banyak pilihan yang berbeda, keputusannya yang terakhir sama sekali tidak jelas.

Seperti Nyonya Kay dan Tuan Williams, anda dan setiap orang lainnya dihadapkan dengan segala macam keputusan, ada yang sukar dan ada yang mudah, ada yang besar dan ada yang kecil-setiap harinya.

Tidak ada komentar: