Pengobatan Dimulai dengan Perencanaan


"Saya merasa menyia-nyiakan banyak waktu dengan melakukan hal-hal yang sebenarnya ti dak penting bagi diri saya, sementara hidup melaju terus."

"Begitu banyak yang harus saya lakukan; se hingga tidak terdapat cukup waktu untuk me ngerjakannya."

"Saya terganggu, terlalu banyak bekerja, lelah dan tegang. Agaknya saya selalu mendorong diri saya sendiri dan tidak pernah berkesem patan untuk bisa santai."

Inilah keluhan yang sering saya dengar dari orang-orang yang berkonsultasi pada saya mengenai masalah penggunaanwaktu. Dibalik setiap pernyata an terdapat suatu harapan, entah kapan bisa ber ubah: "Kalau saja saya bisa menguasai situasi ini." "Kalau saja saya bisa seperti si anu, yang agaknya punya waktu untuk melakukan segala sesuatunya dan masih bisa mengatur agar dapat santai dan ber bahagia." "Kalau saja saya dapat melakukan apa yang sebenarnya ingin saya lakukan." "Kalau saja saya bisa mengontrolnya!"

Pengontrolan dimulai dengan perencanaan.

Rencana adalah pengantar masa depan masuk ke dalam masa kini, sehingga anda dapat melaku kan sesuatu untuk itu sekarang juga.

Setiap orang membuat rencana, misalnya: Film apa yang ingin saya lihat besok malam. Te man-teman mana yang ingin saya kunjungi pada akhir pekan nanti. Di mana sebaiknya melewatkan masa libur saya yang akan datang. Semuanya itu adalah rencana-rencana besar maupun kecil, renca na-rencana yang nyata maupun yang jangkauan pe laksanaan masih terlalu jauh, rencana-rencana yang dibuat secara guyon maupun serius.

Rencana-rencana dari sebagian orang agak semrawut. Biasanya mereka melakukan kalau ber ada dalam keadaan terpaksa. Barangkali anda mera sa dibuat tak berdaya oleh tugas pekerjaan yang harus anda lakukan dan ini memaksa anda untuk merencanakan segala sesuatunya.

Atau anda masih punya sebongkah besar waktu li bur yang belum anda gunakan, dan dada ingin menggunakannya dengan cara yang memuaskan. Pe rencanaan jenis ini yang terjadi secara tak rutin atau punya tujuan-tujuan khusus memang merupa kan satu alat yang sangat berharga, tapi tidak ada batas-batasnya. Kalau anda merencanakan dengan cara seperti ini. anda menempuh resiko untuk tidak akan melakukan perencanaan apabila anda benar-be nar sangat membutuhkannya.

Saya tidak pernah tahu seorang pun yang dilu kai perasaannya karena terlalu banyak merencana kan hal-hal yang ingin saya kemukakan.

Saya tahu banyak orang yang menderita karena kegagalan untuk bisa merencanakan dengan baik.

Tidak ada komentar: